SMKN 1 Kepanjen

PENYELARASAN PEMBELAJARAN BERBASIS DUNIA KERJA dan MoU CV. SATRIA MITRA TEKNIK.

PENYELARASAN PEMBELAJARAN BERBASIS DUNIA KERJA

Menteri Ketenagakerjaan menduga, sekitar 10 Juta Generasi Z Indonesia yang berusia 15 sampai 24 tahun mengalami pengangguran dan sedang dalam proses mencari pekerjaan, mayoritas dari Mereka baru saja lulus. Alasan meningkatnya angka ini diakibatkan karena ketidakcocokan antara Pendidikan atau pelatihan yang diberikan kurang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja terutama pada lulusan SMA dan SMK yang jumlahnya paling banyak dalam angka pengangguran di Indonesia. Dari penjelasan tadi membuktikan bahwa Gen Z (Kalangan SMA dan SMK) adalah penyumbang terbesar pengangguran yang ada di Indonesia, jadi tugas kita sebagai guru disini adalah mencocokkan antara kebutuhan dari industri dengan kurikulum atau Pembelajaran yang ada di sekolah 

Strategi Mempersiapkan Generasi Z Menghadapi Tantangan Di Dunia Kerja

  • Generasi Z ini sudah tumbuh dengan teknologi dan internet
  • Penduduk asli era digital
  • Generasi ini cenderung anti sosial dan pecandu teknologi
  • Suka berkomunikasi secara maya
  • Sedikit memiliki teman di kehidupan nyata

KELEBIHAN

  • Kemampuan teknologi yang tinggi
  • Kreatif & Inovatif
  • Fleksibilitas & Cepat belajar
  • Biaya yang relatif terjangkau

ini yang biasanya dicari Perusahaan karena memiliki kelebihan ini yong sangat penting untuk kepentingan industri Perusahaan lebih mencari pekerja yang mudah dalam memahami atau memanfaatkan teknologi jika dibandingkan dengan orang orang yang Gaptek

KEKURANGAN

  • Mudah bosan
  • Cenderung malas beraktivitas
  • Loyalitas rendah
  • Butuh bimbingan

Karena memiliki kekurangan cukup bosan ini, generasi z cenderung tidak bisa bertahan cukup lama di suatu Perusahaan, kalau dia sudah ada masalah tertentu mereka akan dengan mudah pergi. Resign pun juga tidak seperti generasi sebelumnya yang menggunakan surat resign melainkan langsung chat WA, generasi ini juga susah lepas dari HP

Keluhan Dunia Usaha Terhadap Generasi Z

  • 25% mereka sangat membatasi diri dalam urusan kehidupan maupun pekerjaan mereka, menolak health culture, hingga menganut soft life (gaya hidup santai & nyaman)
  • 29% Gen Z mengaku bahwa dirinya rentan dengan kecemasan, gampang baper
  • 35% recruiter mengeluhkan kinerja Gen Z dikarenakan mereka cenderung sulit diatur Karena cenderung malas, generasi Z akan selalu menemukan cara tercepat, efektif dan efisien untuk mencapai tujuan kerja yang diinginkan
  • Generasi malas sudah terbiasa hidup & tumbuh di tengah tuntutan dunia industri 4.0 dan 6.0 sehingga sebenarnya yang paling relevan untuk menganalisis fenomena bisnis dan menentukan solusi tersebut adalah generasi Z ini

Strategi Menarik  Minat Gen Z

  • Ciptakan Lingkungan kerja yang dinamis dan fleksibel
  • Berikan mereka peluang untuk mengembangkan diri dan  kreatifitas 
  • Terapon komunikasi yang terbuka dan transparan serta berikan umpan balik yang konstruktif
  • Bangun hubungan yang baik dan saling percaya dengan GenZ
  • Tunjukkan bahwa kata peduli dengan kesejahteraan dan pertumbuhan mereka

Sinkronisasi Kurikulum Berbasis Dunia Kerja

  • Dengan perubahan yang cepat di dunla kerja, kurlkulum pendidikan perlu diselaraskan
  • Kita harus mengajarkan keterampilan dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan Industri saat Iini(mis literasi digital, pemecahan masalah, kerjasama tim, dan keterampilan komunikasi
  • Penting Juga untuk mengajarkan nilal-nilai seperti dislplin, tanggung jawab, dan etika kerja

Dalam Workshop kali ini SMK Negeri 1 Kepanjen juga menjalin kerjasama dengan melakukan simbolis penandatanganan MOU dengan CV. Satria Mitra Teknik dengan tujuan terbentuknya kelas industri dengan pelatihan langsung dari CV. Satria Mitra Teknik.

About the Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like these