Peringatan Sumpah Pemuda ke-87

Kepanjen – Setiap tanggal 28 Oktober kita selalu merayakan peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP). Peringatan tersebut mengingatkan bangsa Indonesia terhadap sejarah perjuangan seluruh elemen pemuda Indonesia yang telah menebar semangat menjaga jiwa patriotisme pemuda Indonesia,yang berhasil menyatukan visi kebangsaan, melahirkan sebuah komitmen kebangsaan yang utuh yaitu bertumpah darah satu tanah air Indonesia, berbangsa satu Bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia. Sebagaimana yang kita kenal hingga saat ini,Sumpah Pemuda 1928 telahmempersatukan pemuda Indonesiauntuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.

Di era revolusi mental, semangat sumpah pemuda 1928 didukung Undang-Undang RI Nomor: 40Tahun 2009 Tentang Kepemudaan. Hal ini mengisyaratkan bahwa semangat dan motivasi baru bagi bangsa khususnya pemuda Indonesia dalam memperjuangkan eksistensinya sebagai bangsa yang bersatu dan berdaulat.Dalam rangka memberikan makna mendalam tentang arti penting sebuah momentum sejarah pemuda, bangsa ini perlu merekonstruksi dan mereaktualisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam perjalanan sejarah sumpah pemuda, yang merupakan bagian dari proses sejarah NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).Maka, jiwa dan semangat Sumpah Pemuda perlu diaktualisasikan agar tetap relevan dan terpatri dalam sanubari, di tengah perubahan zaman yang semakin cepat dan dinamis.

Pembangunan jiwa dan raga generasi muda sebagai penerus bangsa harus dimaknai sebagai upaya serius dalam menjaga integritas, karakter, kapasitas dan semangat nasionalisme. Hal ini berlangsung di tengah pelbagai persoalan yang melanda bangsa ini, baik yang datang dari dalam negeri maupun sebagai akibat dari proses interaksi global.

Oleh karena itu, pemuda sebagai agen perubahan harus mampu mengantisipasi gelombang pengaruh tersebut.Pemuda harus melibatkan diri secara aktif untuk mengangkat kembali pertumbuhan ekonomi bangsa ke jenjang yang lebih tinggi dari sebeIumnya.Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa kondisi ini merupakan akibat dari interaksi dunia yang saling mempengaruhi hingga melanda seluruh kawasan regional dan internasional.Sedangkan imbas dari persoalan tersebut terbukti telah berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi dan jati diri bangsa.Dengan adanya persoalan tersebut, sesungguhnya eksistensi bangsa

Dalam kaitan itu, upayamembangun jati diri bangsa haruslah didasarkan pada kemampuan nasional untuk membangun kompetensi bangsa sehingga tidak hanya mampu bertahan dan menjadi penonton, akan tetapi harus mampu bersaing di tingkat dunia. Sehubungan dengan hal tersebut, kompetensi dan daya saing pemuda merupakan bagian integral dari pembangunan karakter bangsa yang harus terus diperkokoh untuk menghadapi Masyarakat ASEAN dimulai awal tahun 2016.

pemuda harus menjadi solusi kontruktif pertumbuhan ekonomi negara saat ini dan dimasa depan.

Disisi lain, tak dapat dipungkiri bahwa terdapat banyak pemuda yang telah berprestasi di tingkat internasional dari berbagai bidang seperti: olahraga, IPTEK, seni-budaya dan lainnya.Pemerintah perlu terus memantau dan mencatat serta berupaya membenahi sistem pengkaderan, pembinaan, dan penghargaan sehingga dari waktu ke waktu prestasi pemuda menjadi kebanggaan bangsa sekaligus sebagai tali pemersatu seluruh anak bangsa dari Sabang sampai Merauke.

Dalam kondisi kekinian, Indonesia sedang diuji dengan beragam tantangan pemeliharaan dan penyelamatan lingkungan, termasuk antara lain bencana kebakaran hutan, tanah longsor, banjir, dan sebagainya. Terkait dengan hal tersebut, pemuda sudah saatnya mempunyai kepedulian dan melakukan aksi nyata untuk memberikan, mengangkat, berbuat, dan menyelamatkan bumi nusantara, itulah Sumpah Pemuda Jilid II.

Berangkat dari fakta di atas, maka pemerintah mengajak seluruh elemen bangsa untuk membangkitkan pemuda melalui revolusi mental, menuju aksi “Satu untuk Bumi”.

Sumber: PEDOMAN PELAKSANAAN PERINGATAN HARI SUMPAH PEMUDA KE-87 TAHUN 2015

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top