//Wisuda Angkatan ke-VIII SMKN 1 Kepanjen

Wisuda Angkatan ke-VIII SMKN 1 Kepanjen

Tanggal Empat Bulan Mei Tahun Dua Ribu Sembilan Belas adalah salah satu hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh seluruh warga SMKN 1 Kepanjen (Kanesa). Pasalnya pada hari itu telah diadakan event tahunan yang sangat sakral. Event tersebut adalah Wisuda Angkatan ke-VIII SMKN 1 Kepanjen. Pada tahun ini, Kepala SMKN 1 Kepanjen (Bapak Drs. R. DIDIK INDRATNO MW, MM) membuka acara dan mewisuda sebanyak 420 wisudawan/wisudawati dari lima jurusan/program studi (TKR, TBSM, TEI, RPL dan TKJ). Berdasarkan surat keputusan Kepala Sekolah yang dibacakan oleh Wakil Kepala Bidang Kurikulum (Bapak Drs. M. Ridwan), “Tahun ini sebanyak 420 siswa SMKN 1 Kepanjen telah dinyatakan Lulus 100%”, tegas Ridwan.

Prosesi wisuda tahun ini dilaksanakan di Lapangan SMKN 1 Kepanjen, karena pihak sekolah ingin memperkenalkan/mempromosikan kepada hadirin terutama kepada pihak orangtua/wali siswa bahwa fasilitas yang hadirin lihat ini berkat bantuan dari orangtua/wali siswa. “Berkat hadirin semua, kami bisa menyelesaikan pembangunan salah satu fasilitas ini.”, lanjut R. Didik.

Pada event ini pula, diadakan beberapa acara tambahan seperti pertunjukan pentas seni dari beberapa kelas, sumbangan vokal suara dari siswa Kanesa, pementasan ekstrakulikuler Paduan Suara Siswa Kanesa, pembagian hadiah kepada siswa berprestasi seperti siswa nilai tertinggi, siswa juara LKS dan Pra LKS. Event ini juga telah mengundang seluruh orangtua/wali siswa, pihak Dinas Pendidikan, kepala SMK lain, dan pihak Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI).

Pesan dari Kepala Sekolah, “Bahwa, masa-masa sekolah adalah masa dimana kita mencari dan mendapatkan bekal untuk kehidupan yang akan datang. Baik bekal pengetahuan, keterampilan dan maupun sikap. Untuk itu, apa yang kalian capai selama tiga tahun di sekolah ini untuk mendapatkan bekal tersebut tolong kalian laksanakan, dan kalian amalkan dikehidupan sehari-hari di masyarakat”.

“Tantangan dunia pendidikan kedepan adalah pertama, bagaimana kita bisa menyiapkan anak untuk bekerja yang pekerjaannya saat ini belum ada. Kedua, menyiapkan anak-anak untuk bisa menyelesaikan masalah yang masalahnya saat ini belum muncul. Ketiga, menyiapkan anak untuk bisa menguasai teknologi dimana teknologi itu untuk saat ini belum ditemukan. Untuk itu, sekolah tidak bosan-bosannya untuk membekali dan mengingatkan kepada kalian semua betapa pentingnya softkill selain pengetahuan dan keterampilan yang bersifat teknis”, tambah R. Didik.

TAGS: